Program Hujan Buatan Pemkab. Maros *ANDAI*

Share:
Sekilas, tentang hujan buatan...
Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari.Hujan buatan umumnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu daerah yang sangat kering akibat sudah lama tidak turun hujan sehingga dapat mengganggu kehidupan di darat mulai dari sawah kering, gagal panen, sumur kering, sungai / danau kering, tanah retak-retak, kesulitan air bersih, hewan dan tumbuhan pada mati dan lain sebagainya. Dengan adanya hujan buatan diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air makhluk hidup di bawahnya dan membuat masyarakat hidup bahagia dan sejahtera.
Hujan Buatan biasanya di dilakukan oleh negara-negara maju maupun yang berkembang dengan tujuan meningkatkan kualitas cuaca, adapula dengan tujuan menanggulangi dampak kekeringan yang belakangan ini terjadi. di negara penghasil buah dan susu sapi terbesar di dunia seperti new zealand untuk memenuhi kebutuhan airnya pemerintah bahkan produsen-produsen disana melakukan program seperti ini.
sebenarnya, membuat program seperti ini di indonesia bukan hal yang mustahil dilakukan, bahkan oleh pemerintah tingkat II sekalipun. penggunaan anggaran pun tidak dalam jumlah yang besar.


Pemberiataan terakhir di Indonesia, Provinsi Kalimantan tengah telah melakukan Hujan Buatan ini beberapa kali, bahkan baru-baru ini hujan buatan untuk palangkaraya yang direncanakan oleh pemerintah pusat ditanggapi positif oleh warga palangkaraya, melihat kebakaran hutan yang terjadi di daerah ini belum dapat teratasi diperparah dengan kemarau panjang yang terjadi disebagian besar wilayah Indonesia.

Kembali kedaerah kita di Kab. Maros Provinsi Sul-sel, dampak kemarau panjang yang melanda mengakibatkan kekeringan dan kekurangan air bersih terjadi di bagian Utara Maros, tepatnya di Kecamatan Lau' dan Kecamatan Bontoa. untuk mengatasi ini program sederhana yang dilakukan pemerintah biasanya adalah bantuan Air Bersih bagi masyarakat itu pun kalau terealisasi, bahkan seandainya terealisasi pun Airnya hanya untuk keperluan terbatas saja, "Lahan Pertaniannya bagaimana?", sangat sayang jika hanya di biarkan mengering begitu saja...

Menurut Koordinator Umum Koalisi Pemerhati Lingkungan Hidup Kab. Maros, Muh Ridwan, sudah banyak bendungan di Maros yang merasakan dampak kemarau tahun ini, "bukan hanya Maros Bagian Utara saja bahkan hampir 50 % Kab. Maros mengalami kekeringan, entah itu Bendungan, Sungai, Lahan Perkebunan, Persawahan, Tambak sangat banyak didapatkan telah mengering."





Pemerintah seharusnya melihat hal ini, dan melakukan sebuah terobosan baru untuk meminimalisir kejadian seperti ini. saran dari penulis Program Hujan Buatan mungkin sangat membantu ditinjau dari dampak-dampak diatas.


No comments

Komentarnya yaa...

Klik Dibawah Untuk Download App Lazada Di Android