Kerusakan Lahan Akibat Penambangan di MALLAWA kab. Maros Sul-Sel

Share:

Penambangan Bahan Tambang Galian Gol. C, yang terjadi sudah sekian lama ini yang bertempat Di sebuah Desa, di pedalaman kecamatan Mallawa, kab. Maros, provinsi Sul-sel kini menjadi bahan pembicaraan sebagian LSM pemerhati lingkungan hidup di daerah tersebut.

Mereka Menganggap bahwa, kegiatan pertambangan ini sangat berdampak bagi kehidupan alam, maupun kehidupan penduduk setempat. Sebagian lahan yang menjadi tempat penambangan ini akhirnya rusak dan terbengkalai, "habis dikeruk, ditinggal begitu saja".. kata penduduk setempat. belum lagi lahan yang dulunya adalah lahan produktif milik para pekerja lahan alias petani, yang senantiasa di gunakan untuk menanam beberapa komoditi khas daerah tersebut. lahan tersebut yang semulanya demikian, kini di beli secara murah oleh para pengusaha untuk dijadikan sebagai tempat penambangan.

ada 2 jenis bahan galian disana, PASIR SILIKA DAN BATU BARA.

Namun yang merebak akhir-akhir ini adalah penambangan batu bara, menurut sumber kami, bahwa pasir silika kurang diminati lagi oleh sebagian besar penambang di daerah tersebut walau masih ada penambang lain yang menambang pasir silika. menurutnya lagi bahwa " pasir silika lebih murah ketimbang harga batu bara"! jelasnya

Memang, penambangan disana , memakai bantuan pekerja yang berasal dari daerah setempat, artinya memang ada dampak baiknya yakni memberikan lapangan kerja untuk para penganggur disana. tapi itu tidak seberapa, malah masih sangat banyak orang-orang yang mengaggur disana, !
yang mendasari penulis menulis ini adalah, kerusakan yang diakibatkan oleh penambangan ini semakin menjadi-jadi, jalan kecamatan yang dilalui oleh pengangkut tambang alias truk-truk besar, yang juga sebenarnya adalah jalan arteri untuk seluruh masyarakat disitu kini jadi hancur.

warga sekitar kini menjadi gerah karena harus lagi menempuh perjalanan yang tidak nyaman akibat jalan yang berlubang dan hancur.

menurut sumber yang kami wawancarai, bahwa " jalan ini sudah di perbaiki oleh pemerintah daerah kabupaten maros, kemudian rusak lagi akibat truk-truk, kemudian di perbaiki lagi oleh pemerintah, eh .. malah rusak lagi oleh truk-truk"!!

sebenarnya yang disesalkan adalah, tidak adanya bantuan kompensasi dari para pelaku tambang ini untuk perbaikan jalan, bahkan yang warga istilahkan sebagai "uang debu" akibat banyaknya polusi debu karena lalu lintas truk penambangan ini, tidak ada satu sen pun!

ironis memang, disatu sisi penambang yang semakin hari mengeruk hasil alam daerah tersebut, dan semakin memperkaya dirinya. disisi lain, warga yang sebenarnya memiliki hak lebih untuk hasil alam daerahnya malah menderita, dan tidak kunjung sejahtera.

di bawah ini adalah gambar yang saya ambil sendiri dilapangan, mengenai tampak setelah pasir kuarsa dan batu bara itu di keruk.tampak lapisan-lapisan perut bumi yang sebelumnya di keruk untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalamnya.

disinilah kita perlu merenung, dimana peran dinas pertambangan, dimana peran badan lingkungan hidup, dimana peran pemerintah untuk kejadian ini, semoga tulisan ini disaksikan oleh masyarakat dan pemerintah kabupaten maros! untuk selanjutnya di carikan solusi. kasihan masyarakat kita disana!!!

terimah kasih.

1 comment:

  1. heheh Kampung Me...... itu empt waktu dulu aq ikt smbl psir,,, hehehe

    ReplyDelete

Komentarnya yaa...

Klik Dibawah Untuk Download App Lazada Di Android