KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Konsep:
- Sistem sosial/masyarakat
- Partisipasi masyarakat
- Perubahan sosial/masyarakat
Sistem sosial:
Komunitas sebagai sistem:
- Menyeluruh
- Batas
- Organisasi
- Terbuka
- Feedback
Partisipasi masyarakat:
Ada 2 pendekatan:
- Pendekatan Partisipasi:
- Komunitas dilibatkan dalam perencanaan, penyelesaian masalah
- Proses berubah lambat
- Kelompok/masyarakat merasa memiliki komitmen u/ berubah dalam jangka panjang
- Pendekatan langsung:
- Proses berubah ditentukan oleh kekuatan luar
- Proses berubah berjalan lebih cepat
- Masyarakat merasa tidak memiliki peran dalam perubahan dalam jangka pendek.
Perubahan sosial:
Teori berubah Kurt Lewin (1990), ada 3 tahap perubahan sosial:
- Unfreezing
· Perubahan nilai dan tradisi
- Changing
· Identifikasi → mengenal nilai baru dalam masyarakat dan tradisi
- Refreezing
· Integrasi nilai baru dalam masyarakat dan tradisi
Dalam komunitas, ada 2 kekuatan yang mempengaruhi proses perubahan:
- faktor pendorong
- faktor penghambat
Pengertian Pengorganisasian Masyarakat:
Proses memberi dukungan terus-menerus dalam hal:
· mendidik untuk tahu dan sadar secara kritis → situasi yang ada
· bekerja sama mengumpulkan data dan mengidentifikasi masalah
· menggerakkan dan mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah.
Partnership (Kemitraan)
Peran serta/keterlibatan masyarakat → sangat penting untuk mengembangkan tanggung jawab masyarakat terhadap kesehatan sendiri.
↓
PHC, Self reliance
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:
1. informed : tahu persepsi, hak dan tanggungjawabnya dengan anggota lain
2. fleksibel : mengakui keunikan dan kesamaan dari peserta
3. negociated : kontribusi bervariasi dari peserta dan situsi → perlu negosiasi → kekuatan dari semua peserta.
Model Pengorganisasian Masyarakat
Social Planning
· Keputusan komunitas didasarkan pada:
o Fakta/data yang dikumpulkan
o Keputusan secara rasional.
· Penekanan → penyelesaian masalah → bukan proses
↓
harus cepat
↓
tujuan/hasil
· Pendekatan langsung → perintah → untuk mengubah masyarakat dengan penekanan pada perencanaan.
· Peran :
o Fasilitator
o Pengumpul data/fakta
o Analisa
o Program implementation → mengimplementasikan program dari pemerintah.
Contoh: JPS, KB, Imunisasi, Bidan Desa.
Note: Program dari pusat, penyelesaian masalah sebagai fokus (bukan proses) tanpa melibatkan masyarakat secara langsung.
Social Action:
· Merubah komunitas:
o Polarisasi/pemusatan
o Issue yang ada dikomunikasikan dengan konflik/konfrontasi antara penduduk dan pengambil keputusan/kebijakan
· Fokus: transfer kekuatan pada tingkat kelompok
· Social action
o Revolusioner
o Evolusioner
· Peran :
o Aktivis
o Penggerak
o Negosiator
Contoh:
· Waduk Kedung Ombo → konflik tidak terselesikan karena masyarakat tidak tahu fungsi/manfaat, kepentingannya terganggu/dirugikan dsb.
· TPA Sampah Keputih → konflik kebijakan dalam masyarakat.
Locality Development:
· Prinsip: keterlibatan langsung, melayani sendiri, membantu diri sendiri → penyelesaian masalah secara swadaya.
· Prinsip praktek yang baik → pada masyarakat rendah → negara berkembang (tidak pada negara maju, masyarakatnya lebih menyukai hal-hal yang sifatnya praktis)
· Peran :
o Pendukung
o Fasilitator
o Pendidik
· Keuntungan:
o Biaya murah
o Masyarakat lebih dapat diajak menyelesaikan masalah → melayani diri sendiri.
Jadi 3 model tersebut pada prinsipnya sebagai berikut:
1. Locality development → peran serta seluruh masyarakat untuk mandiri
2. Social planning → rencana para ahli dalam sistem birokrasi
3. Social action → fokus pada korban.
Tahap-tahap Pengorganisasian Masyarakat:
(Fleksibel, Kreatif dan Inovatif)
· Fase persiapan
· Fase pengorganisasian
· Fase edukasi dan latihan
· Fase formasi kepemimpinan
· Fase koordinasi lintas sektoral
· Fase akhir
(1) Fase persiapan
→ membina rasa percaya
· Memilih area
· Memilih cara kontrak
· Mempelajari masyarakat
· Integrasi dengan masyarakat:
o Kunjungan
o Partisipasi dalam kegiatan sosial
o Sesuai dengan gaya hidup masyarakat
o Tinggal di masyarakat
(2) Fase pengorganisasian
· Sosialisasi tercapai → saling percaya
· Pembentukan pokja kes
o Rapat/musyawarah desa (RT/RW, Lurah, aparat ormas, tokoh masy, kader, Puskesmas)
o Pemilihan kelompok inti (partisipatif, pengendalian oleh masyarakat, struktur sederhana)
· Pengakuan/pengesahan kelompok kerja kesehatan oleh Lurah (Penguasa Wilayah) → penting untuk legalitas
(3) Fase edukasi dan latihan
· Pertemuan teratur
· Definisi masalah
· Kajian dan analisa
· Menetapkan tujuan
· Rencana tindakan dan pengkajian sumber pendukung
· Edukasi dan latihan → pelayanan
· Marketing (pemasaran)
· Evaluasi
(4) Fase formasi kepemimpinan
Kembangkan kemampuan:
· Kepemimpinan
· Pengorganisasian masyarakat
· Pendanaan masyarakat
(5) Fase koordinasi lintas sektoral
· Kerjasam lintas sektor-lintas program
· Menetapkan jalur kerjasama
(6) Fase akhir
· Rencana perubahan bertahap
o Aksi massal (gebrakan)
o Pembinaan → membina sehingga mendapat bekal u/ melanjutkan program setelah ditinggalkan
o Pengembangan → mengembangkan kemampuan individu dan keluarga
· Pengendalian dan pengontrolan → perlu dibentuk Badan Konsultasi Keperawatan Komunitas.


No comments
Komentarnya yaa...